Pembangunan Berkelanjutan
- Apa itu yang dimaksud dengan keberlanjutan ?
Keberlanjutan itu sendiri merupakan upaya memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengurangi hak generasi masa depan untuk merasakan yang sama dengan yang generasi saat ini rasakan (Azahro, M. dan Yuliastuti, N. 2013). Berkelanjutan secara ekonomis berarti suatu kegiatan pembangunan harus dapat membuahkan pertumbuhan ekonomi, pemeliharaan kapital dan penggunaan sumber daya serta investasi secara efisien. Berkelanjutan secara ekologis mengandung arti bahwa kegiatan tersebut harus dapat mempertahankan integritas ekosistem, memelihara daya dukung lingkungan dan konservasi sumber daya alam termasuk keanekaragaman hayati. Sementara itu berkelanjutan secara sosial, mensyaratkan bahwa suatu kegiatan pembangunan hendaknya dapat menciptakan pemerataan hasil-hasil pembangunan, mobilitas sosial, kohesi sosial dan pengembangan kelembagaan (Rivai, R.S. dan Anugrah, I.S. 2011).
- Bagaimana cara kita berkontribusi menjaga keberlanjutan tersebut ?
Keberlanjutan pembangunan merupakan keberlanjutan peningkatan kualitas dan
kesejahteraan hidup masyarakat/penduduk tempat mereka berada dan hidup, termasuk di dalamnya ketersediaan berbagai jenis pangan yang cukup dan bermutu. Untuk mengembangkan strategi pertanian berkelanjutan diharapakan pemerintah berkolaborasi dengan pusat-pusat riset internasional dan lembaga swadaya masyarakat dalam mengembangkan teknologi pertanian yang dapat meningkatkan hasil panen yang berwawasan lingkungan dengan mempertahankan kualitas lahan, daur ulang hara, menghemat penggunaan air dan energi, pengendalian hama dan gulma. Membantu berbagi keahlian pada petani dalam konservasi lahan, air dan sumber daya hutan, penggunaan bahan kimia yang efisien dan mengurangi atau memanfaatkan limbah pertanian. Mendorong penggunaan teknologi yang menghemat penggunaan masukan/input dan hemat energi termasuk mengembangkan indegenous teknologi. Mondorong penelitian peralatan pertanian yang dapat mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja manusia dan tenaga hewan. Memberikan insentif yang lebih baik kepada laki-laki dan perempuan atas hak penggunaan lahan, akses terhadap kredit, teknologi, kebutuhan/masukan usaha tani dan pelatihan. Mahasiswa dapat berkontribusi dengan penelitian mengembangkan teknik pertanian yang ramah lingkungan agar dapat terwujudnya keberlanjutan dalam pembangunan pertanian (Rivai, R.S. dan Anugrah, I.S. 2011).
- Apa akibat kerusakan lingkungan bagi masyarakat miskin ?
Kemiskinan terjadi karena siklus alam yang menyebabkan kerusakan lingkungan misalnya tinggal di lahan kritis, di mana lahan ini jika turun hujan akan terjadi banjir tetapi jika musim kemarau akan kekurangan air, sehingga tidak memungkinkan produktivitas yang maksimal dan terus-menerus (Suryawati C. 2005). Bencana banjir mempunyai dampak buruk bagi masyarakat miskin. Bila banjir datang tanaman yang semula ditanam dan sudah siap panen maka akan rusak dan gagal. Sehingga harapan hidup mereka yang bergantung pada hasil panen terancam hingga musim panen berikutnya dan membuatnya lebih miskin lagi.
Daftar Pustaka
Azahro, M. dan Yuliastuti, N. (2013). Kajian Masyarakat Kampung Lama Sebagai KeberlanjutanLingkungan Pemukiman Kelurahan Gabahan Semarang. Jurnal Teknik PWK. 2(3): 484.
Rivai, S.R. dan Anugrah, S.I. (2011). Konsep Dan Implementasi Pembangunan Pertanian
Berkelanjutan Di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 29(1): 15-19.
Suryawati C. (2005). Memahami Kemiskinan Secara Multidimensional. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan. 8(3): 123.
Sangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapusPemaparannya jelas dan mudah dipahami,
BalasHapusSangat jelas terimakasih
BalasHapusInformasinya sangat bermanfaat 👍
BalasHapus