Kemiskinan
Kemiskinan merupakan suatu permasalahan yang sudah lama ada di Indonesia. Kemiskinan tidak lagi sekedar masalah kekurangan makanan, tetapi bagi warga masyarakat tertentu bahkan sudah mencapai tahap ekstrem sampai level kehabisan dan ketiadaan makanan. Tidak sedikit orang terkapar karena tidak tahan menderita kelaparan dan kekurangan gizi yang membuka jalan lebih cepat ke arah kematian dini. Kemiskinan dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor budaya, faktor struktural, konflik sosial politik atau perang dan faktor alam.
Kini tingkat kemiskinan selalu naik, beragam upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini, akan tetapi jika hanya pemerintah saja yang turun tangan pasti tidak akan maksimal mengatasi kemiskinan ini. Semua masyarakat harusnya saling gotong royong agar tingkat kemiskinan tidak mengingkat. Mengatasi masalah kemiskinan dapat dilakukan dengan cara-cara berikut :
a. Mendorong pertumbuhan yang berkualitas (quality growth)
Strategi ini mengandung pengertian bahwa segenap kebijakan makro ekonomi hasilnya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin. Implementasi dari kebijakan ini diwujudkan dalam bentuk pemihakan yang nyata kepada keluarga miskin melalui pengalokasian keuangan negara untuk
mendanai berbagai kebijakan penanggulangan kemiskinan.
b. Meningkatkan akses pelayanan dasar bagi keluarga miskin
Peningkatan akses pelayanan dasar terutama dalam bentuk peningkatan akses kepada pelayanan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar.
c. Memperbaiki dan mengembangkan sistem perlindungan sosial
Strategi ini diarahkan guna peningkatan perlindungan sosial kepada keluarga miskin.
d. Melaksanakan pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat (community based development)
Memberdayakan masyarakat miskin dan masyarakat sekitar dalam suatu UKM yang memproduksi atau mengolah sesuatu yang menjadi sumber potensial dan melimpah di daerah tersebut. Dengan adanya UKM perekonomian masyarakat di daerah itu akan maju untuk kedepannya, kreatifitas masyarakat juga akan semakin terasah dan diharapkan tingkat kemiskinan di daerah tersebut semakin menurun.
a. Mendorong pertumbuhan yang berkualitas (quality growth)
Strategi ini mengandung pengertian bahwa segenap kebijakan makro ekonomi hasilnya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin. Implementasi dari kebijakan ini diwujudkan dalam bentuk pemihakan yang nyata kepada keluarga miskin melalui pengalokasian keuangan negara untuk
mendanai berbagai kebijakan penanggulangan kemiskinan.
b. Meningkatkan akses pelayanan dasar bagi keluarga miskin
Peningkatan akses pelayanan dasar terutama dalam bentuk peningkatan akses kepada pelayanan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar.
c. Memperbaiki dan mengembangkan sistem perlindungan sosial
Strategi ini diarahkan guna peningkatan perlindungan sosial kepada keluarga miskin.
d. Melaksanakan pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat (community based development)
Memberdayakan masyarakat miskin dan masyarakat sekitar dalam suatu UKM yang memproduksi atau mengolah sesuatu yang menjadi sumber potensial dan melimpah di daerah tersebut. Dengan adanya UKM perekonomian masyarakat di daerah itu akan maju untuk kedepannya, kreatifitas masyarakat juga akan semakin terasah dan diharapkan tingkat kemiskinan di daerah tersebut semakin menurun.
Salah satu potret kemiskinan terdapat di daerah Palang, Tuban. Ibu yang sudah berumur ini tetap melakukan pekerjaan membuat kerajinan dari bambu yang disusun untuk menghalau sinar matahari yang biasanya banyak ditemukan pada rumah jaman dahulu. Akan tetapi tidak setiap hari ibu ini membuat kerajinan tersebut, karena keterbatasan bahan baku bambu yang akan digunakan. Penghasilan dari penjualan kerajinan ini juga sudah tidak seberapa karena jaman sekarang yang sudah modern, hanya sedikit orang yang masih memerlukannya. Rumahnya pun yang terbuat dari kayu tampak tidak kokoh lagi dan lantainya masih beralaskan tanah.

Komentar
Posting Komentar